Perusahaan distribusi bahan bangunan, PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP), pada tahun ini menargetkan penjualan tumbuh 15 persen menjadi Rp3,3 triliun dibanding realisasi penjualan 2009 sebesar Rp2,9 triliun. Cerahnya sektor properti menjadi pemicu kenaikan itu.

Pertumbuhan sales kami tahun ini cukup moderat,  kata Direktur Keuangan Catur Sentosa Adiprana Triana Soenaryo di Jakarta, Selasa (11/5/2010).

Dia mengatakan, target penjualan tahun ini akan disumbang dari dua segmen andalan perseroan yakni ritel modern, dan distribusi bahan bangunan dan kimia. CSAP akan meningkatkan penjualan di semua outlet dan showroom ritel modern, serta cabang-cabang distribusi yang kami dimiliki, katanya.

Seiring dengan membaiknya kondisi perekonomian nasional tahun ini, maka pertumbuhan di sektor properti diharapkan mengalami kenaikan yang signifikan. Target pertumbuhan ekonomi nasional 2010 yang dipatok 5,8 persen diyakininya, akan memicu naiknya konsumsi masyarakat, termasuk di segmen perumahan dan apartemen. Dalam kondisi ini, pengembang akan giat melakukan ekspansi. Dampaknya penjualan bahan bangunan juga akan terkerek, kata Triana.

Hingga kuartal I-2010 membukukan laba bersih Rp11,8 miliar atau naik 19 persen dibanding periode yang sama pada 2009 Rp26 miliar. Naiknya pertumbuhan laba bersih perseroan ditopang penjualan yang naik 15 persen menjadi Rp749,6 miliar dibanding kuartal pertama tahun 2009 sebesar Rp649,2 miliar.  Pencapaian laba bersih di periode ini setara dengan 45 persen dari total target laba perseroan sepanjang 2010 yang dipatok Rp26 miliar, kata Triana.

Dilanjutkannya, penjualan perseroan masih didominasi segmen distribusi (bahan bangunan dan produk kimia) yang pada kuartal I-2010 mencapai Rp594,5 miliar, atau naik 13 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp524,1 miliar  Segmen ini menyumbang 79 persen terhadap total pendapatan CSAP,  kata Triana.

Sementara penjualan segmen ritel modern (Mitra10 dan SB Furniture) mencatat penjualan sebesar Rp155 miliar, atau naik 24 persen dari penjualan periode yang sama tahun 2009 sebesar Rp125,1 miliar. Meski kontribusi ritel modern hingga kini relatif kecil dibandingkan segmen distribusi, namun pertumbuhannya justru lebih besar.  Ke depan, kami akan menggenjot pertumbuhan di segmen ritel modern sehingga menjadi sumber pertumbuhan perseroan,  katanya.

Dia mengatakan, model bisnis CSAP yang mengkombinasikan jalur distribusi bahan bangunan dan penjualan produk, membuat kinerja perseroan lebih efisien karena lebih terintegrasi.  Dengan didukung 37 cabang distribusi bahan bangunan dan 19 jaringan outlet Mitra 10, saat ini kami masih menjadi pemimpin pasar untuk distribusi dan ritel modern bahan bangunan di Indonesia,  papar Triana.

Untuk penjualan per kategori produk, terang dia, masih didominasi keramik dan cat yang menyumbang sekitar 70 persen terhadap total penjualan CSAP. Penjualan kedua kategori tersebut mencapai Rp528,5 miliar, atau naik 14 persen dibanding kuartal I-2009 sebesar Rp461,4 miliar.

Pada 2009 CSAP membukukan penjualan sebesar Rp2,9 triliun atau naik lima persen dibandingkan penjualan tahun 2008. Pencapaian ini cukup baik mengingat kondisi perekonomian tahun lalu masih terimbas krisis global 2008.  Di awal tahun 2009, daya beli masyarakat menurun drastis, katanya.(Whisnu Bagus /Koran SI/css)

 

Sumber: http://economy.okezone.com/read/2010/05/11/278/331592/sektor-properti-pulih-csap-genjot-penjualan-15